Iman Menurut Ahlussunnah

 

IMAN ITU,,,,,,,, PERKATAAN DAN PERBUATAN,,,,,Bertambah dan Berkurang

Al Imam Al-Humaidy Rahimahullah berkata :
“Dan sesungguhnya keimanan itu adalah ucapan dan amalan, bertambah dan berkurang. Ucapan tidak akan bermanfat kecuali dengan amalan, dan amalan serta ucapan tidak akan bermanfaat, kecuali dengan niat. Dan tidak akan dianggap amalan, ucapan, dan niat kecuali apa yang mencocoki sunnah  Rasulullah ”  [ Usulussunnah, karya Imam Al-Humaidy ]

IMAN ITU,,,,, Perkataan dan Perbuatan
Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al’Utsaimin , Iman secara bahasa adalah pengakuan, yang melahirkan sikap menerima dan tunduk. Kata beliau, maka ini cocok dengan kata iman dalam syari’at. Dan beliau mengkritik orang yang memakai iman secara bahasa hanya sekedar pembenaran hati ( tashdiq) saja tanpa ada unsur penerimaan dan tunduk. Kata iman adalah fi’il lazim (kata kerja yang tidak butuh obyek) sedang tashdiq adalah fi’il muta’addi ( butuh obyek) [ lihat syarh arba’in, hal, 34 ]

Secara syar’i, iman menurut para ulama’ yaitu, perkataan dan perbuatan,
Iman itu berupa pembenaran hati, menerima semua ajaran yang dibawa Rasulullah . Pengakuan dengan lisan artinya mengucapkan dua kalimat syahadat ‘Asyhadu allailaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah’.Sedangkan ‘perbuatan dengan anggota badan’ artinya amalan hati yang berupa keyakinan-keyakinan dan beramal dengan anggota badan yang lainnya dengan melakukan ibadah-ibaah sesuai dengan kemampuannya [ Kitab At-Tauhid li Shaff ats Tsaani al-‘Aali, hal. 9 ]

Masyaikh Markaz Imam al-Albani Berkata :
“ Iman adalah keyakinan dalam hati, ucapan dengan lisan dan perbuatan dengan anggota tubuh, Amal perbuatan dengan segala macamnya, baik amalan hati maupun amalan anggota tubuh termasuk hakikat keimanan. Kami tidak mengeluarkan perbuatan, baik besar maupun kecil, dari yang namanya keimanan.” [ Ringkasan pokok-pokok aqidah salafiyah , Bagian. 1 ]

Atas apa yang di sampaikan Masyaikh Markaz Imam al-Albani tersebut, iman adalah keyakinan di dalam hati, perkataan dengan lisan, dan perbuatan dengan anggota badan, dan ini disepakati oleh seluruh ulama’ Salaf.
Tidak ada perbedaan antara ulama’ salaf, tentang definisi iman, jadi jangan di salah fahami, apabila sebagian ulama’ salaf mengatakan definisi iman yaitu perkataan dan perbuatan, dan sebagian yang lain mengatakan bahwa iman adalah keyakinan, perkataan dan perbuatan, karena yang mengatakan iman adalah ucapan dan perbuatan, mereka membagi ucapan menjadi dua, ada ucapan lisan, dan ucapan hati, amalan dibagi dua, ada amalan hati dan amalan dengan anggota tubuh, jadi hakikatnya tiga.

Dan Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala

“ Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. [ Al-Baqarah : 136 ]

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia.” [ Al-Anfal : 74 ]

“ Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.” [ Al-Baqarah : 177 ]

Dan Dari Sabda Nabi Salallahu’alaihi Wassalam :

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ta’ala ‘anhu , bahwa Rasulullah Salallahu ‘alaih wassalam bersabda: “Maka demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya dan anaknya”. [ HR.Bukhari ]

dan Abu Hurairah Radhiallahu Ta’ala ‘anhu ia berkata: Ketika Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam wafat, Abu Bakar Radhiallahu Ta’ala ‘anhu menggantikannya menjadi khalifah setelah beliau. Orang (yang sebelumnyai kafir dari bangsa Arab menjadi kafir kembali. UmarRadhiallahu Ta’ala ‘anhu lalu berkata kepada Abu Bakar Radhiallahu Ta’ala ‘anhu , : “Bagaimana caramu memerangi orang-orang itu’? Padahal Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda, Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan “Tidak ada Tuhan selain Allah”. Siapa saja yang telah mengucapkan “Tiada Tuhan selain Allah” maka ia telah melindungi harta dan jiwanya Jariku, kecuali dengan cara yang hak Perhitungan amalnya tergantung kepada Allah’. ” Abu Bakar Radhiallahu Ta’ala ‘anhu  berkata : “Demi Allah Ta’ala, aku pasti akan memerangi orang yang membedakan antara zakat dan shalat. Sesungguhnya zakat itu adalah hak bagi harta. Demi Allah Ta’ala, seandainya mereka menolakku untuk memberikan zakat unta yang pernah mereka berikan kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam, maka aku akan memerangi mereka atas penolakan itu.” Umar bin Khathab Radhiallahu ta’ala ‘anhu berkata : “Demi Allah Ta’ala. tidak ada hal lain melainkan aku melihat Allah Ta’ala telah melapangkan dada Abu Bakar Radhiallahu ta’ala ‘anhu untuk memerangi mereka. Aku yakin bahwa dirinya berada di jalan yang benar.” [ Shahih: Ash-Shahihah (407), Shahih Abu Daud (1391-1393); Muttafaq alaih. ]

Dari Abu Hurairah Radhiallahuta’ala ‘anhu , ia berkata, “Rasulullah Salallhu ‘alaihi wassalam bersabda, ‘Iman itu mempunyai 71 cabang atau 61 cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan Laa Ilaaha Illallah, sedangkan yang paling kecil adalah menyingkirkan duri atau halangan di jalan, dan rasa malu adalah salah satu cabang dari iman.'” [ HR. Muslim  ]

Tidak di terima iman seseorang tanpa mencaup keimanan dalam hati, ucapan dengan lisan dan perbuatan dengan anggota badan.

Allah Ta’ala Berfirman

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [ Al-Hujurat : 14 ]

Nabi Salallahu’alaihi wassalam bersabda :

“—Perbedaanantara kekufuran dan keimanan adalah meninggalkan shalat. “ [Shahih: Ibnu Majah (1078); Muslim.]

Jadi ketika kita sudah meyakini  ini, diharapkan kita menjadi orang yang lebih kuat keimanannya  kepada Allah Ta’ala , dengan keyakinan itu kita sampaikan melalui lisan kita dengan pasti, dan semoga Allah Ta’ala menjadikan  kita  lebih giat dalam beribadah kepada-Nya.

IMAN ITU,,,,,,, Bisa Bertambah dan Berkurang

Imam Ahmad bin hambal Rahimahullah berkata, : “ Iman bisa bertambah dan berkurang. Ia bertambah dengan melakukan amal, dan dia berkurang dengan sebab meninggalkan amal.” [ Al-Wajiz fii ‘aqidati salafish shalih, hal.101-102 ]

Imam Bukhari Rahimahullah berkara, : “Aku telah bertemu dengan lebih dari  1000 orang ulama’ dari berbagai penjuru negeri, aku tidak pernah melihat mereka berselisih bahwasannya iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.” [ Fathul Baari 1/60  ]

Dan Firman Allah Ta’ala 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” [ Al-Anfaal : 2 ]

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi  dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,” [ Al-fath : 4 ]

Dan dari hadits shahih :

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Hamzah berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d  dari Shalih  dari Ibnu Syihab  dari Ubaidillah bin Abdullah  bahwa Abdullah bin ‘Abbas  mengabarkan kepadanya, bahwa dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Sufyan bin Harb  bahwa Heraqlius berkata kepadanya: “Aku sudah bertanya kepadamu, apakah jumlah mereka bertambah atau berkurang? Maka kamu bertutur bahwa mereka bertambah, dan memang begitulah iman akan terus berkembang hingga sempurna. Dan aku bertanya kepadamu, apakah ada orang yang murtad karena dongkol pada agamanya? Kemudian kamu bertutur; tidak ada, maka begitu juga iman bila sudah tumbuh bersemi dalam hati tidak akan ada yang dongkol kepadanya”. [ HR.Bukhari ]

SEMOGA MENAMBAH ILMU DAN IMAN KITA

Artikel lengkapnya bisa di download di sini

New Picture

Muslim cerdas, Muslim yang taat Allah dan Rosul-nya

Ma'had Al 'Ilmi

Pesantren Mahasiswa Bermanhaj Salaf

Maktabah Manhaj Salaf

Islamic Bookshop & Natural Herbal

Ilmu Warisan Salaf

Berbagi Ilmu dari Warisan Para Ulama' Sunnah

Blog01Muslim

Muslim cerdas, Muslim yang taat Allah dan Rosul-nya

Clicky Chick Creates

WHERE PHOTOGRAPHY AND CRAFTING COME TO PLAY!!!

Nature's Place

The place of Nature in the 'ordinary' Spiritual Life through Meditation using Macro Photography to illustrate.

Bonsai Tonight

An educational website about the styling, care and display of bonsai.

9to5Mac

Apple News & Mac Rumors Breaking All Day